Peranan
Matematika dalam Bidang Menjahit
Kamalia
Rizki Rahmawati
Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas
Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jl. Gajayana No. 50 Malang
Abstrak:
Kajian
peranan ini bertujuan mengetahui peranan matematika dalam bidang menjahit.
Digunakan dalam penghitungan rumus jahit, yakni pembuatan pola baju muka dan belakang. Keterangan Pola
Badan Muka: A – B = 1/6 Lingkar leher + 2
cm, B – C = Panjang Muka, C – D = A – E = ¼ Lingkar badan + 1cm, A – A1 = 1/6
Lingkar leher + 0,5 cm, A1 – A2 = Panjang bahu, A2 – A3 = turun 4 cm, B – B1 =
5 cm, B1 – B2 = ½ Lebar muka, C – C1 = ¼ Lingkar pinggang + 1 + 3 cm, C – C2
=1/10 Lingkar pinggang + 1 cm, C2 – CC3 = 3 cm, C1 – C4 = naik 1,5 cm, C4 – K =
Panjang sisi, C – M = Tinggi dada, M – O = ½ Jarak dada. Keterangan
Pola Badan Belakang:
A – B = 1,5 – 2 cm, B – C = Panjang punggung, C – D = A – E = ¼ Lingkar badan –
1 cm , A – A 1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm, A1 – A2 = Panjang bahu, A2 –
A3 = Turun 3 cm, B – B1 = 10 cm, B1 – B2 = ½ Lebar punggung, C – C1 = ¼ Lingkar
pinggang – 1cm+3cm, C – C2 =1/10 Lingkar pinggang, C2 – C3 = 3 cm, C1 – K
=Panjang sisi. Sedangkan rumus untuk pola rok:(1) tarik garis dari titik A
ke B panjang= panjang rok; (2) tarik garis dari A ke C, panjangnya = 18 cm =
Tinggi hip; (3) tarik garis dari C - D, lalu buat segiempat (lebar= L
hip/4+1-1); (4) dari D tarik garis k dan ke bawah 10 cm.beri tanda, dan
ukur 1,5 ke arah kanan (E); (5) buat garis miring dari D ke E lalu
perpanjang ke atas dan ke bawah; (6) tarik garis A-A1 panjangnya = L hip/4 +
0.5 - 1, dari A1 ke F, beri simbol o; (7) untuk garis H-H1 panjangnya L
Hip/4 + 0.5 + 1, dari H1 ke M beri tanda Q; (8) dari titik F masuk ke dalam
antara 1,5 - 2 cm, beri tanda, lalu dari tanda tarik ke atas 0.7 cm; (9) bagi
garis AF (setelah dikurangi 1,5 - 2 cm) menjadi 3 bagian; (10) beri tanda pada
garis AF setelah diukur LP/4 + 0.5 - 1 (A1), lalu ukur sisanya sampai
batas 1(= o); (11) untuk kupnat, dari titik pertama mundur 1 cm, buat titik
kupnant lebar kupnat = o; (12) ambil titik tengah lalu tarik garis ke
bawah 10 - 11 cm; (13) bagi menjadi 3 bagian pada rok yang paling bawah;
(14) untuk pola depan tarik garis dari titik H=8.5 cm ke arah dalam, beri
tanda; (15) lebar kupnat = Q, ambil titik tengah, tarik garis kebawah panjang
10-11 cm; (16) bentuk rok dengan menggunakan
garisan lengkung; (17) bentuk kupnat.
Kata kunci:
peranan, matematika, dan menjahit.
1. PENDAHULUAN
Peranan matematika dalam kehidupan
ini sangatlah banyak. Ariyadi Wijaya (2012) menyatakan bahwa matematika
bukanlah suatu ilmu yang terisolir dari kehidupan manusia hanya karena
karakteristik abstrak yang dimilikinya. Matematika adalah suatu ilmu
pengetahuan yang menjadi bagian dari kehidupan manusia. Hal ini bisa dirasakan
dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya jika diteliti lebih dalam pakaian yang
digunakan sehari-hari tidak lepas dari peranan matematika. Sebab dalam
pembuatan pakaian pastilah menggunakan teknik menjahit. Sedangkan dalam teknik
menjahit selain keahlian yang dibutuhkan ternyata peranan matematika pun juga
ada di dalamnya. Terutama dalam teknik pengukuran dan pembuatan pola agar
menghasilkan pakaian yang sesuai, nyaman dan memuaskan.
Peranan matematika dalam bidang
menjahit sangat menarik untuk ditelaah lebih dalam. Agar mengetahui
perbedaan-perbedaan antara penjahit yang sudah menerapkan matematika dengan
penjahit yang belum menerapkan peranan matematika tersebut. Apakah ada
perbedaan dari hasil pakaian yang mereka buat atau terdapat ciri khusus yang
membedakannya.
Berdasarkan
paparan di atas difokuskan pada bentuk peranan matematika dalam menjahit terutama
pada cara pengukuran dan pembuatan pola berskala serta klarifikasi dan keterkaitan antara
peranan matematika tersebut dengan hasil pembuatan pakaiannya. Dengan demikian
jika hendak menjahit pakaian tidak lagi salah pilih penjahit atau jika ingin
menjahit sendiri bisa mengamalkan cara menjahit yang baik dan benar sehingga
hasil jahitannya pun memuaskan.
2. MATEMATIKA
Secara
etimologi, matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau mathemata
yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Dalam bahasa Belanda disebut
wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran.
Matematika
merupakan salah satu ilmu yang mendasari dari segala ilmu-ilmu lainnya. Oleh
karena itu, tak jarang meski membahas ilmu yang lain ternyata masih ada
keterkaitan dengan matematika. Seperti dalam ilmu ekonomi, akutansi, fisika,
kimia, dan masih banyak lagi tentunya membutuhkan perhitungan matematika. Andi
(dalam Catur, 2009: 7) menyatakan bahwa matematika merupakan ilmu struktur,
urutan (order), dan hubungan yang meliputi dasar-dasar penghitungan,
pengukuran, dan penggambaran bentuk objek. Sedang menurut Suwarsono (dalam
Catur, 2009: 10) sifat-sifat khas matematika antara lain: objek bersifat
abstrak, menggunakan lambang-lambang yang tidak banyak digunakan dalam
kehidupan sehari-hari, dan proses berpikir yang banyak dibatasi oleh
aturan-aturan yang ketat.
3. PERANAN
MATEMATIKA
Peranan
disebut juga kontribusi yang memiliki arti turut andil dalam tercapainya suatu
keberhasilan. Matematika sangat berperan dalam berbagai hal di kehidupan ini.
Tidak diragukan lagi keberadaan matematika sangat dibutuhkan terutama dalam
dunia kerja. Beberapa pekerjaan itu diantaranya teknik sipil, teknik elektro,
arsitektur, pedagang, petani, nelayan, penjahit dan masih banyak lagi yang
keseluruhannya tidak lepas dari peranan matematika.
Sudradjat (2010) menyatakan bahwa survei
lapangan menunjukkan kecenderungan pentingnya kemampuan dasar matematika dalam
dunia kerja. Pekerja tamatan sekolah menengah dengan kemampuan matematika
tinggi mempunyai karir yang lebih baik dan tingkat penganggurannya lebih rendah
dibanding dengan yang kemampuan matematikanya rendah (Laporan Departemen
Pendidikan Amerika Serikat dalam Mathematics Equal Opportunity, 1997). Dalam
laporan lain, dikemukakan bahwa penggunaan matematika dalam industri berkembang
pesat, dan matematikawan telah memberikan kontribusi pada keunggulan teknis dan
penghematan biaya melalui pemodelan, analisis, dan komputasi yang cerdik (SIAM
Report on Mathematics, 1995), [24]. Peranan matematika dalam kehidupan ini
memang banyak. Namun, Adams dan Hamm (dalam Ariyadi, 2012: 5) menyatakan bahwa
ada empat macam pandangan tentang posisi dan peran matematika, yaitu:
1. Matematika
sebagai suatu cara untuk berpikir.
2. Matematika
sebagai suatu pemahaman tentang pola dan hubungan.
3. Matematika
sebagai suatu alat.
4. Matematika
sebagai bahasa atau alat berkomunikasi.
Banyak
konsep matematika yang bisa kita temukan dan gunakan sehari-hari, baik secara
sadar maupun tidak. Matematika akan terus berkembang disebabkan adanya
kebutuhan manusia yang semakin bermacam-macam. Hal ini tidak bisa dipungkiri
lagi bahwa matematika memang berperan penting dalam kehidupan ini.
4. ILMU
JAHIT
Ilmu
jahit tidak akan terlepas dari pembuatan pola. Dalam hal ini dikenalkan
terlebih dahulu pola dasar. Pola dasar adalah kutipan bentuk badan manusia asli
atau pola yang belum diubah. Macam-macam cara pembuatan pola, yaitu:
1. Pola
kontruksi adalah pola yang dibuat berdasarkan ukuran badan seseorang. Untuk
mendapatkan pola kontruksi yang baik harus dikuasai pengambilan ukuran. Metode
kontruksi memberlakukan ukuran yang tepat dan teliti dari model yang bersangkutan
untukmendapatkan pola yang sesuai dengan bentuk tubuhnya. Pola kontruksi dibagi
menjadi dua yaitu: pola yang dibuat berdasarkan ukuran badan dan pola jadi atau
pola standar seperti ukuran S, M, L, dan XL.
2. Pola
Draping adalah pembuatan pola dengan menggunakan metode draping adalah suatu
cara untuk mendapatkan pola dari obyek tertentu dengan cara melangsaikan
sehelai bahan pada obyek tertentu, sehingga diperoleh yang diinginkan. Draping
merupakan suatu proses tiga dimensi dalam mendesain.
3. Pola
Rader adalah pola dasar yang sudah diubah menurut model masing-masing dan
biasanya setiap model dalam satu lembar kertas ada beberapa model.
Untuk menggambar pola kontruksi
dengan sistem apapun yang dipilih, memerlukan berbagai macam ukuran badan. Oleh
karena itu, dalam ilmu jahit untuk cara pengukuran badan ada
kententuan-ketentuan yang harus diperhatikan. Sebab sangat berpengaruh terhadap
hasil jahitannya nanti. Berkrnaan dengan cara mengambil ukuran badan, Suryawati
(2011: 10) menyatakan bahwa yang harus diperhatikan dalam pengambilan ukuran
badan wanita adalah (1) lingkar leher, (2)
lingkar badan, (3) lingkar pinggang, (4) lingkar panggul, (5) tinggi
panggul, (6) panjang punggung, (7) lebar punggung, (8) panjang sisi, (9) lebar
muka, (10) panjang muka, (11) tinggi dada, (12) panjang bahu, (13) ukuran uji,
(14) lingkar lubang lengan, (15) panjang lengan blus, (16) lebar dada.
5. KAITAN
MATEMATIKA DENGAN ILMU JAHIT
Banyak
sekali peranan matematika dalam kehidupan ini. Khusunya dalam ilmu jahit juga
memerlukan keterkaitan matematika di dalamnya. Matematika merupakan komponen
penting dalam melakukan perhitungan dan pengukuran. Sebab dalam perhitungan dan
pengukuran diperlukan ketelitian dan ketepatan untuk memperoleh hasil yang baik
dalam menjahit.
Pengukuran
dalam menjahit digunakan untuk yang pertama adalah mengambil ukuran badan.
Dalam hal inilah matematika turut berkontribusi. Berikut ini langkah-langkah
dalam mengambil ukuran badan wanita:
Sebelumnya pinggang diikat seutas tali ban
(petar ban) atau ban elastic kecil sebagai batas badan atas dan bawah.
1. Lingkar
leher diukur sekeliling batas leher, dengan meletakkan jari telunjuk di lekuk
leher.

Lingkar
Leher
2. Lingkar
badan diukur sekeliling badan atas yang terbesar, melalui puncak dada, ketiak,
letak pita ukur pada badan belakang harus datar dari ketiak sampai ketiak
lainnya. Diukur pas, lalu ditambah 4 cm, atau diselakan 4 jari.

Lingkar
Badan
3. Lingkar pinggang diukur sekeliling pinggang,
pas dahulu, kemudian ditambah 1cm, atau diselakan 1 jari. Untuk pinggang ban
rok dan slack boleh dikurangi 1 cm

Lingkar
Pinggang
4. Lingkar
panggul diukur sekeliling badan bawah yang terbesar dengan pita ukur datar.
Diukur pas, kemudian ditambah 4 cm atau diselakan 4 jari.

Lingkar
Panggul
5. Tinggi
panggul diukur dari bawah ban petar pinggang sampai bawah ban petar di panggul.

Tinggi
Panggul
6. Panjang
punggung diukur dari tulang leher yang menonjol ditengah belakang lurus ke
bawah sampai dengan ban petar bagian bawah.

Panjang
Punggung
7. Lebar
punggung diukur 9 cm di bawah tulang leher yang menonjol atau pertengahan jarak
bahu terendah dan ketiak dari batas lengan kiri sampai batas lengan kanan.

Lebar
Punggung
8. Panjang
sisi diukur dari batas ketiak ke bawah ban petar pinggang dikurangi 2 atau 3 cm.

Panjang
Sisi
9. Lebar
muka diukur pada 5 cm di bawah lekuk leher atau pertengahan jarak bahu terendah
dan ketiak dari batas lengan kanan sampai dengan batas lengan kiri.

Lebar
Muka
10. Panjang muka diukur dari lekuk leher ditengah
muka ke bawah sampai di bawah ban petar pinggang.

Panjang
Muka
11. Tinggi
dada diukur dari bawah ban petar pinggang, tegak lurus ke atas sampai di puncak
buah dada.

Tinggi
Dada
12. Panjang
bahu diukur pada jurusan di belakang daun telinga dari batas leher ke puncak
lengan atau bahu yang terendah.

Panjang
Bahu
13. Ukuran
uji disebut juga ukuran kontrol. Diukur dari tengah muka di bawah ban petar
seorang melalui puncak buah dada ke puncak lengan terus serong ke belakang
sampai tengah belakang padabawah ban petar.

Ukuran
Uji
14. Lingkar
lubang lengan diukur sekeliling lubang lengan, pas dahulu kemudian ditambah 2
cm untuk lubang lengan tanpa lengan, dan ditambah 4 cm untuk lubang lengan yang
akan dipasangkan lengan. 

Lingkar
Lubang Lengan
15. Panjang
lengan blus diukur dari puncak lengan terus ke bawah lengan sampai melewati
tulang pergelangan tangan yang menonjol.

Panjang
Lengan
16. Lebar
dada diukur jarak dari kedua puncak buah dada. Ukuran ini hanya untuk ukuran
pemeriksa.
Penggunaan peranan matematika dalam menjahit sangat
nampak pada pembuatan pola jahit. Sebab dalam pembuatan pola tidak terlepas
dari perhitungan matematika untuk ketepatan dalam ukuran. Berikut ini contoh
pembuatan pola dasar.
Sistem Sederhana Skala ¼
Ukuran:
- Lingkar Leher = 36 cm
- Lingkar Badan = 88 cm
- Lingkar pinggang = 60 cm
- Panjang Muka = 30 cm
- Lebar Muka = 31 cm
- Tinggi Dada = 14 cm
- Panjang Sisi = 17 cm
- Panjang Bahu = 12 cm
- Lebar Punggung = 33 cm
- Panjang Punggung = 36 cm
- Jarak Dada = 17 cm
Keterangan Pola Badan Muka:
A – B = 1/6 Lingkar leher + 2 cm
B – C = Panjang Muka
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan + 1cm
A – A1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = turun 4 cm
B – B1 = 5 cm
B1 – B2 = ½ Lebar muka
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang + 1 + 3 cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang + 1 cm
C2 – CC3 = 3 cm
C1 – C4 = naik 1,5 cm
C4 – K = Panjang sisi
C – M = Tinggi dada
M – O = ½ Jarak dada
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan + 1cm
A – A1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = turun 4 cm
B – B1 = 5 cm
B1 – B2 = ½ Lebar muka
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang + 1 + 3 cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang + 1 cm
C2 – CC3 = 3 cm
C1 – C4 = naik 1,5 cm
C4 – K = Panjang sisi
C – M = Tinggi dada
M – O = ½ Jarak dada
Keterangan Pola Badan Belakang:
A – B = 1,5 – 2 cm
B – C = Panjang punggung
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan – 1
cm
A – A 1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = Turun 3 cm
B – B1 = 10 cm
B1 – B2 = ½ Lebar punggung
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang – 1cm+3cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang
C2 – C3 = 3 cm
C1 – K =Panjang sisi
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = Turun 3 cm
B – B1 = 10 cm
B1 – B2 = ½ Lebar punggung
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang – 1cm+3cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang
C2 – C3 = 3 cm
C1 – K =Panjang sisi
Gambar pola
badan muka dan pola badan belakang:
Praktek Membuat Pola Dasar Rok
Data ukuran untuk praktek :
Lingkar pinggang : 62 cm
Tinggi hip : 18 cm (jarak dari pinggang hingga bagian panggul yang terbesar)
Lingkar hip : 88 cm
Panjang Rok : 62 cm
Lingkar pinggang : 62 cm
Tinggi hip : 18 cm (jarak dari pinggang hingga bagian panggul yang terbesar)
Lingkar hip : 88 cm
Panjang Rok : 62 cm
Langkah
ke-1:
- Tarik garis dari titik A
ke B panjang= panjang rok
- Tarik garis dari A ke C,
panjangnya = 18 cm = Tinggi hip
- Tarik garis dari C - D, lalu
buat segiempat (lebar= L hip/4+1-1)
- Dari D tarik garis k dan
ke bawah 10 cm.beri tanda, dan ukur 1,5 ke arah kanan (E)
- Buat garis miring dari D
ke E lalu perpanjang ke atas dan ke bawah
- Tarik garis A-A1 panjangnya = L
hip/4 + 0.5 - 1, dari A1 ke F, beri simbol o.
- Untuk garis H-H1
panjangnya L Hip/4 + 0.5 + 1, dari H1 ke M beri tanda Q.

Gambar pola dasar rok langkah ke-1
Langkah ke-2 :
- Dari titik F masuk ke dalam
antara 1,5 - 2 cm, beri tanda, lalu dari tanda tarik ke atas 0.7 cm.
- Bagi garis AF (setelah
dikurangi 1,5 - 2 cm) menjadi 3 bagian.
- Beri tanda pada garis AF
setelah diukur LP/4 + 0.5 - 1 (A1), lalu ukur sisanya sampai batas
1(= o)
- Untuk kupnat, dari titik
pertama mundur 1 cm, buat titik kupnant lebar kupnat = o, ambil
titik tengah lalu tarik garis ke bawah 10 - 11 cm
- Bagi menjadi 3 bagian
pada rok yang paling bawah.
- Untuk pola depan tarik garis
dari titik H=8.5 cm ke arah dalam, beri tanda.
- Lebar kupnat = Q, ambil titik
tengan, tarik garis kebawah panjang 10-11 cm.

Gambar pola dasar rok langkah ke-2
Langkah ke-3 :
1. Bentuk rok dengan menggunakan garisan lengkung.
2. Bentuk kupnat
1. Bentuk rok dengan menggunakan garisan lengkung.
2. Bentuk kupnat

Gambar pola dasar rok langkah ke-3
Setiap orang memiliki ukuran tubuh
yang berbeda-beda. Oleh karena itu, untuk membuat baju yang pas dan sesuai
penjahit harus mengambil ukuran seseorang terlebih dahulu. Tidak hanya cukup
itu saja, melainkan ketepatan dalam penghitungan rumus-rumus yang tertera
diatas juga perlu. Sehingga, jika penjahit melakukan langkah demi langkah
dengan benar maka hasil jadi jahitannya pun dapat maksimal serta akan pas dan
sesuai. Dalam pemakaian pun juga akan terasa nyaman.
Berbeda
dengan penjahit yang tidak memperhatikan langkah-langkah dalam menjahit dengan
baik, pasti akan terjadi ketidak sesuaian dalam ukuran yang kemudian berdampak
pada salah perhitungan rumus jahit, sehingga hasil jahitan tidak sesuai serta tidak
nyaman apabila dipakai. Disinilah bentuk peranan matematika dalam bidang
menjahit. Jadi, bisa dijadikan acuan
untuk memilih penjahit yang profesional dan tidak mengecewakan.
6. KESIMPULAN
1. Matematika
sangat dibutuhkan terutama dalam dunia kerja. Salah satunya pada bidang ilmu
jahit dengan penggunaaan rumus jahit dalam membuat baju sebagai berikut:
Keterangan Pola Badan Muka:
A – B = 1/6 Lingkar leher + 2 cm
B
– C = Panjang Muka
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan + 1cm
A – A1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = turun 4 cm
B – B1 = 5 cm
B1 – B2 = ½ Lebar muka
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang + 1 + 3 cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang + 1 cm
C2 – CC3 = 3 cm
C1 – C4 = naik 1,5 cm
C4 – K = Panjang sisi
C – M = Tinggi dada
M – O = ½ Jarak dada
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan + 1cm
A – A1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = turun 4 cm
B – B1 = 5 cm
B1 – B2 = ½ Lebar muka
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang + 1 + 3 cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang + 1 cm
C2 – CC3 = 3 cm
C1 – C4 = naik 1,5 cm
C4 – K = Panjang sisi
C – M = Tinggi dada
M – O = ½ Jarak dada
Keterangan Pola Badan
Belakang:
A – B = 1,5 – 2 cm
B – C = Panjang punggung
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan – 1
cm
A – A 1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = Turun 3 cm
B – B1 = 10 cm
B1 – B2 = ½ Lebar punggung
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang – 1cm+3cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang
C2 – C3 = 3 cm
C1 – K =Panjang sisi
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = Turun 3 cm
B – B1 = 10 cm
B1 – B2 = ½ Lebar punggung
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang – 1cm+3cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang
C2 – C3 = 3 cm
C1 – K =Panjang sisi
2.
Pembuatan
pola rok juga terdapat rumus jahit sebagai berikut:
Langkah ke-1:
- Tarik garis dari titik A
ke B panjang= panjang rok
- Tarik garis dari A ke C,
panjangnya = 18 cm = Tinggi hip
- Tarik garis dari C - D, lalu
buat segiempat (lebar= L hip/4+1-1)
- Dari D tarik garis k dan
ke bawah 10 cm.beri tanda, dan ukur 1,5 ke arah kanan (E)
- Buat garis miring dari D
ke E lalu perpanjang ke atas dan ke bawah
- Tarik garis A-A1 panjangnya = L
hip/4 + 0.5 - 1, dari A1 ke F, beri simbol o.
- Untuk garis H-H1
panjangnya L Hip/4 + 0.5 + 1, dari H1 ke M beri tanda Q.
Langkah ke-2 :
- Dari titik F masuk ke dalam
antara 1,5 - 2 cm, beri tanda, lalu dari tanda tarik ke atas 0.7 cm.
- Bagi garis AF (setelah
dikurangi 1,5 - 2 cm) menjadi 3 bagian.
- Beri tanda pada garis AF
setelah diukur LP/4 + 0.5 - 1 (A1), lalu ukur sisanya sampai batas
1(= o)
- Untuk kupnat, dari titik
pertama mundur 1 cm, buat titik kupnant lebar kupnat = o, ambil
titik tengah lalu tarik garis ke bawah 10 - 11 cm
- Bagi menjadi 3 bagian
pada rok yang paling bawah.
- Untuk pola depan tarik garis
dari titik H=8.5 cm ke arah dalam, beri tanda.
- Lebar kupnat = Q, ambil titik
tengan, tarik garis kebawah panjang 10-11 cm.
Langkah ke-3 :
1. Bentuk rok dengan menggunakan garisan lengkung.
2. Bentuk kupnat
1. Bentuk rok dengan menggunakan garisan lengkung.
2. Bentuk kupnat
3. Ketepatan perhitungan dan
pengambilan ukuran mempengaruhi hasil
jadi jahitan. Sehingga, Disinilah
bentuk peranan matematika dalam bidang menjahit. Jadi, bisa dijadikan
acuan untuk memilih penjahit yang
profesional dan tidak mengecewakan.
7. DAFTAR
PUSTAKA
[1] Catur F.X.
Supatmono. 2009. Matematika Asyik. Jakarta: Grasindo.
[2] Kasuba.
2013. Praktek Membuat Pola Dasar Rok. (Online), (http://menjahitpakaian.9blogspot.com/2013/01/pola-dasar-rok.html)
diakses 01 Mei 2014.
[3] Sukria
Nanang. 2013. Pola Dasar Baju Wanita. (Online), (http://menjahitpakaian.blogspot.com/2013/01/pola-dasar-baju-wanita.html)
diakses 01 Mei 20014.
[4] Sudradjat. 2010. Peranan Matematika Dalam Perkembangan
Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi. (Online), (http://pustaka.unpad.ac.id/archives/55467/2014)
diakses 25 April 2014.
[5] Suryawati,
dkk. 2011. Membuat Pola. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
[6] Suryawati,
dkk. 2011. Mengganbar Pola. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
[7]
Wijaya Ariyadi. 2012. Pendidikan Matematika Realistik. Yogyakarta: Graha Ilmu.


0 komentar:
Posting Komentar