Rabu, 10 September 2014

Peranan Matematika dalam Bidang Menjahit

Kamalia Rizki Rahmawati
Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jl. Gajayana No. 50 Malang
Abstrak: Kajian peranan ini bertujuan mengetahui peranan matematika dalam bidang menjahit. Digunakan dalam penghitungan rumus jahit, yakni pembuatan pola baju  muka dan belakang. Keterangan Pola Badan Muka: A – B = 1/6 Lingkar leher + 2 cm, B – C = Panjang Muka, C – D = A – E = ¼ Lingkar badan + 1cm, A – A1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm, A1 – A2 = Panjang bahu, A2 – A3 = turun 4 cm, B – B1 = 5 cm, B1 – B2 = ½ Lebar muka, C – C1 = ¼ Lingkar pinggang + 1 + 3 cm, C – C2 =1/10 Lingkar pinggang + 1 cm, C2 – CC3 = 3 cm, C1 – C4 = naik 1,5 cm, C4 – K = Panjang sisi, C – M = Tinggi dada, M – O = ½ Jarak dada. Keterangan Pola Badan Belakang: A – B = 1,5 – 2 cm, B – C = Panjang punggung, C – D = A – E = ¼ Lingkar badan – 1 cm , A – A 1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm, A1 – A2 = Panjang bahu, A2 – A3 = Turun 3 cm, B – B1 = 10 cm, B1 – B2 = ½ Lebar punggung, C – C1 = ¼ Lingkar pinggang – 1cm+3cm, C – C2 =1/10 Lingkar pinggang, C2 – C3 = 3 cm, C1 – K =Panjang sisi. Sedangkan rumus untuk pola rok:(1) tarik garis dari titik A ke B panjang= panjang rok; (2) tarik garis dari A ke C, panjangnya = 18 cm = Tinggi hip; (3) tarik garis dari C - D, lalu buat segiempat (lebar= L hip/4+1-1); (4) dari D tarik garis k dan ke bawah 10 cm.beri tanda, dan ukur 1,5 ke arah kanan (E); (5) buat garis miring dari D ke E lalu perpanjang ke atas dan ke bawah; (6) tarik garis A-A1 panjangnya = L hip/4 + 0.5 - 1, dari A1 ke F, beri simbol o; (7) untuk garis H-H1 panjangnya L Hip/4 + 0.5 + 1, dari H1 ke M beri tanda Q; (8) dari titik F masuk ke dalam antara 1,5 - 2 cm, beri tanda, lalu dari tanda tarik ke atas 0.7 cm; (9) bagi garis AF (setelah dikurangi 1,5 - 2 cm) menjadi 3 bagian; (10) beri tanda pada garis AF setelah diukur  LP/4 + 0.5 - 1 (A1), lalu ukur sisanya sampai batas 1(= o); (11) untuk kupnat, dari titik pertama mundur 1 cm, buat titik kupnant lebar kupnat  = o; (12) ambil titik tengah lalu tarik garis ke bawah 10 - 11 cm; (13) bagi menjadi 3 bagian pada rok yang paling bawah; (14) untuk pola depan tarik garis dari titik H=8.5 cm ke arah dalam, beri tanda; (15) lebar kupnat = Q, ambil titik tengah, tarik garis kebawah panjang 10-11 cm; (16) bentuk rok dengan menggunakan garisan lengkung; (17) bentuk kupnat.

Kata kunci: peranan, matematika, dan menjahit.
1.    PENDAHULUAN
            Peranan matematika dalam kehidupan ini sangatlah banyak. Ariyadi Wijaya (2012) menyatakan bahwa matematika bukanlah suatu ilmu yang terisolir dari kehidupan manusia hanya karena karakteristik abstrak yang dimilikinya. Matematika adalah suatu ilmu pengetahuan yang menjadi bagian dari kehidupan manusia. Hal ini bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya jika diteliti lebih dalam pakaian yang digunakan sehari-hari tidak lepas dari peranan matematika. Sebab dalam pembuatan pakaian pastilah menggunakan teknik menjahit. Sedangkan dalam teknik menjahit selain keahlian yang dibutuhkan ternyata peranan matematika pun juga ada di dalamnya. Terutama dalam teknik pengukuran dan pembuatan pola agar menghasilkan pakaian yang sesuai, nyaman dan memuaskan.
            Peranan matematika dalam bidang menjahit sangat menarik untuk ditelaah lebih dalam. Agar mengetahui perbedaan-perbedaan antara penjahit yang sudah menerapkan matematika dengan penjahit yang belum menerapkan peranan matematika tersebut. Apakah ada perbedaan dari hasil pakaian yang mereka buat atau terdapat ciri khusus yang membedakannya.
Berdasarkan paparan di atas difokuskan pada  bentuk  peranan matematika dalam menjahit terutama pada cara pengukuran dan pembuatan pola berskala  serta klarifikasi dan keterkaitan antara peranan matematika tersebut dengan hasil pembuatan pakaiannya. Dengan demikian jika hendak menjahit pakaian tidak lagi salah pilih penjahit atau jika ingin menjahit sendiri bisa mengamalkan cara menjahit yang baik dan benar sehingga hasil jahitannya pun memuaskan.
2.    MATEMATIKA
Secara etimologi, matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau mathemata yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Dalam bahasa Belanda disebut wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran.
Matematika merupakan salah satu ilmu yang mendasari dari segala ilmu-ilmu lainnya. Oleh karena itu, tak jarang meski membahas ilmu yang lain ternyata masih ada keterkaitan dengan matematika. Seperti dalam ilmu ekonomi, akutansi, fisika, kimia, dan masih banyak lagi tentunya membutuhkan perhitungan matematika. Andi (dalam Catur, 2009: 7) menyatakan bahwa matematika merupakan ilmu struktur, urutan (order), dan hubungan yang meliputi dasar-dasar penghitungan, pengukuran, dan penggambaran bentuk objek. Sedang menurut Suwarsono (dalam Catur, 2009: 10) sifat-sifat khas matematika antara lain: objek bersifat abstrak, menggunakan lambang-lambang yang tidak banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan proses berpikir yang banyak dibatasi oleh aturan-aturan yang ketat.
3.    PERANAN MATEMATIKA
Peranan disebut juga kontribusi yang memiliki arti turut andil dalam tercapainya suatu keberhasilan. Matematika sangat berperan dalam berbagai hal di kehidupan ini. Tidak diragukan lagi keberadaan matematika sangat dibutuhkan terutama dalam dunia kerja. Beberapa pekerjaan itu diantaranya teknik sipil, teknik elektro, arsitektur, pedagang, petani, nelayan, penjahit dan masih banyak lagi yang keseluruhannya tidak lepas dari peranan matematika.
 Sudradjat (2010) menyatakan bahwa survei lapangan menunjukkan kecenderungan pentingnya kemampuan dasar matematika dalam dunia kerja. Pekerja tamatan sekolah menengah dengan kemampuan matematika tinggi mempunyai karir yang lebih baik dan tingkat penganggurannya lebih rendah dibanding dengan yang kemampuan matematikanya rendah (Laporan Departemen Pendidikan Amerika Serikat dalam Mathematics Equal Opportunity, 1997). Dalam laporan lain, dikemukakan bahwa penggunaan matematika dalam industri berkembang pesat, dan matematikawan telah memberikan kontribusi pada keunggulan teknis dan penghematan biaya melalui pemodelan, analisis, dan komputasi yang cerdik (SIAM Report on Mathematics, 1995), [24]. Peranan matematika dalam kehidupan ini memang banyak. Namun, Adams dan Hamm (dalam Ariyadi, 2012: 5) menyatakan bahwa ada empat macam pandangan tentang posisi dan peran matematika, yaitu:
1.      Matematika sebagai suatu cara untuk berpikir.
2.      Matematika sebagai suatu pemahaman tentang pola dan hubungan.
3.      Matematika sebagai suatu alat.
4.      Matematika sebagai bahasa atau alat berkomunikasi.
Banyak konsep matematika yang bisa kita temukan dan gunakan sehari-hari, baik secara sadar maupun tidak. Matematika akan terus berkembang disebabkan adanya kebutuhan manusia yang semakin bermacam-macam. Hal ini tidak bisa dipungkiri lagi bahwa matematika memang berperan penting dalam kehidupan ini.
4.    ILMU JAHIT
Ilmu jahit tidak akan terlepas dari pembuatan pola. Dalam hal ini dikenalkan terlebih dahulu pola dasar. Pola dasar adalah kutipan bentuk badan manusia asli atau pola yang belum diubah. Macam-macam cara pembuatan pola, yaitu:
1.      Pola kontruksi adalah pola yang dibuat berdasarkan ukuran badan seseorang. Untuk mendapatkan pola kontruksi yang baik harus dikuasai pengambilan ukuran. Metode kontruksi memberlakukan ukuran yang tepat dan teliti dari model yang bersangkutan untukmendapatkan pola yang sesuai dengan bentuk tubuhnya. Pola kontruksi dibagi menjadi dua yaitu: pola yang dibuat berdasarkan ukuran badan dan pola jadi atau pola standar seperti ukuran S, M, L, dan XL.
2.      Pola Draping adalah pembuatan pola dengan menggunakan metode draping adalah suatu cara untuk mendapatkan pola dari obyek tertentu dengan cara melangsaikan sehelai bahan pada obyek tertentu, sehingga diperoleh yang diinginkan. Draping merupakan suatu proses tiga dimensi dalam mendesain.
3.      Pola Rader adalah pola dasar yang sudah diubah menurut model masing-masing dan biasanya setiap model dalam satu lembar kertas ada beberapa model.
            Untuk menggambar pola kontruksi dengan sistem apapun yang dipilih, memerlukan berbagai macam ukuran badan. Oleh karena itu, dalam ilmu jahit untuk cara pengukuran badan ada kententuan-ketentuan yang harus diperhatikan. Sebab sangat berpengaruh terhadap hasil jahitannya nanti. Berkrnaan dengan cara mengambil ukuran badan, Suryawati (2011: 10) menyatakan bahwa yang harus diperhatikan dalam pengambilan ukuran badan wanita adalah (1) lingkar leher, (2)  lingkar badan, (3) lingkar pinggang, (4) lingkar panggul, (5) tinggi panggul, (6) panjang punggung, (7) lebar punggung, (8) panjang sisi, (9) lebar muka, (10) panjang muka, (11) tinggi dada, (12) panjang bahu, (13) ukuran uji, (14) lingkar lubang lengan, (15) panjang lengan blus, (16) lebar dada.
5.    KAITAN MATEMATIKA DENGAN ILMU JAHIT
Banyak sekali peranan matematika dalam kehidupan ini. Khusunya dalam ilmu jahit juga memerlukan keterkaitan matematika di dalamnya. Matematika merupakan komponen penting dalam melakukan perhitungan dan pengukuran. Sebab dalam perhitungan dan pengukuran diperlukan ketelitian dan ketepatan untuk memperoleh hasil yang baik dalam menjahit.
Pengukuran dalam menjahit digunakan untuk yang pertama adalah mengambil ukuran badan. Dalam hal inilah matematika turut berkontribusi. Berikut ini langkah-langkah dalam mengambil ukuran badan wanita:
 Sebelumnya pinggang diikat seutas tali ban (petar ban) atau ban elastic kecil sebagai batas badan atas dan bawah.
1.      Lingkar leher diukur sekeliling batas leher, dengan meletakkan jari telunjuk di lekuk leher.
Lingkar Leher
2.      Lingkar badan diukur sekeliling badan atas yang terbesar, melalui puncak dada, ketiak, letak pita ukur pada badan belakang harus datar dari ketiak sampai ketiak lainnya. Diukur pas, lalu ditambah 4 cm, atau diselakan 4 jari.
Lingkar Badan
3.       Lingkar pinggang diukur sekeliling pinggang, pas dahulu, kemudian ditambah 1cm, atau diselakan 1 jari. Untuk pinggang ban rok dan slack boleh dikurangi 1 cm
Lingkar Pinggang
4.      Lingkar panggul diukur sekeliling badan bawah yang terbesar dengan pita ukur datar. Diukur pas, kemudian ditambah 4 cm atau diselakan 4 jari.
Lingkar Panggul
5.      Tinggi panggul diukur dari bawah ban petar pinggang sampai bawah ban petar di panggul.
Tinggi Panggul
6.      Panjang punggung diukur dari tulang leher yang menonjol ditengah belakang lurus ke bawah sampai dengan ban petar bagian bawah.
Panjang Punggung
7.      Lebar punggung diukur 9 cm di bawah tulang leher yang menonjol atau pertengahan jarak bahu terendah dan ketiak dari batas lengan kiri sampai batas lengan kanan.
Lebar Punggung
8.      Panjang sisi diukur dari batas ketiak ke bawah ban petar pinggang dikurangi 2 atau 3 cm.
Panjang Sisi
9.      Lebar muka diukur pada 5 cm di bawah lekuk leher atau pertengahan jarak bahu terendah dan ketiak dari batas lengan kanan sampai dengan batas lengan kiri.
Lebar Muka
10.   Panjang muka diukur dari lekuk leher ditengah muka ke bawah sampai di bawah ban petar pinggang.
Panjang Muka
11.  Tinggi dada diukur dari bawah ban petar pinggang, tegak lurus ke atas sampai di puncak buah dada.
Tinggi Dada
12.  Panjang bahu diukur pada jurusan di belakang daun telinga dari batas leher ke puncak lengan atau bahu yang terendah.
Panjang Bahu
13.  Ukuran uji disebut juga ukuran kontrol. Diukur dari tengah muka di bawah ban petar seorang melalui puncak buah dada ke puncak lengan terus serong ke belakang sampai tengah belakang padabawah ban petar.
Ukuran Uji
14.  Lingkar lubang lengan diukur sekeliling lubang lengan, pas dahulu kemudian ditambah 2 cm untuk lubang lengan tanpa lengan, dan ditambah 4 cm untuk lubang lengan yang akan dipasangkan lengan.
Lingkar Lubang Lengan
15.  Panjang lengan blus diukur dari puncak lengan terus ke bawah lengan sampai melewati tulang pergelangan tangan yang menonjol.
Panjang Lengan
16.  Lebar dada diukur jarak dari kedua puncak buah dada. Ukuran ini hanya untuk ukuran pemeriksa.
Penggunaan peranan matematika dalam menjahit sangat nampak pada pembuatan pola jahit. Sebab dalam pembuatan pola tidak terlepas dari perhitungan matematika untuk ketepatan dalam ukuran. Berikut ini contoh pembuatan pola dasar.
Sistem Sederhana Skala ¼
Ukuran: 
  1. Lingkar Leher = 36 cm
  2. Lingkar Badan = 88 cm
  3. Lingkar pinggang = 60 cm
  4. Panjang Muka = 30 cm
  5. Lebar Muka = 31 cm
  6. Tinggi Dada = 14 cm
  7. Panjang Sisi = 17 cm
  8. Panjang Bahu = 12 cm
  9. Lebar Punggung = 33 cm
  10. Panjang Punggung = 36 cm
  11. Jarak Dada = 17 cm

Keterangan Pola Badan Muka:

A – B = 1/6 Lingkar leher + 2 cm
B – C = Panjang Muka
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan + 1cm
A – A1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = turun 4 cm
B – B1 = 5 cm
B1 – B2 = ½ Lebar muka
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang + 1 + 3 cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang + 1 cm
C2 – CC3 = 3 cm
C1 – C4 = naik 1,5 cm
C4 – K = Panjang sisi
C – M = Tinggi dada
M – O = ½ Jarak dada

Keterangan Pola Badan Belakang:
A – B = 1,5 – 2 cm
B – C = Panjang punggung
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan – 1 cm 
A – A 1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = Turun 3 cm
B – B1 = 10 cm
B1 – B2 = ½ Lebar punggung
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang – 1cm+3cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang
C2 – C3 = 3 cm
C1 – K =Panjang sisi
                                                                                           
Gambar pola badan muka dan pola badan belakang:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9rMW9Ssq4AVgLcslRfYGMkeKdE0X8ADYTQejDqSYC-WGJXwCqjvSMqFoCijh3pjAYNpsmVHb-6xuxNasC7PRRNtE-9I4TOD6AR_FZsSItTsweZ72A-w9zQD-Hm_A5kcW96qpYBg3OnU8/s1600/pola-dasar-pakaian-wanita.JPG


Praktek Membuat Pola Dasar Rok

Data ukuran untuk praktek :
Lingkar pinggang : 62 cm
Tinggi hip              : 18  cm (jarak dari pinggang hingga bagian panggul yang terbesar)
Lingkar hip             : 88 cm
Panjang Rok           : 62 cm
Langkah ke-1:
  1.  Tarik garis dari titik A ke B panjang= panjang rok
  2. Tarik garis dari A ke C, panjangnya = 18 cm = Tinggi hip
  3. Tarik garis dari C - D, lalu buat segiempat (lebar= L hip/4+1-1)
  4.  Dari D tarik garis k dan ke bawah 10 cm.beri tanda, dan ukur 1,5 ke arah kanan (E)
  5.  Buat garis miring dari D ke E lalu perpanjang ke atas dan ke bawah
  6. Tarik garis A-A1 panjangnya = L hip/4 + 0.5 - 1, dari A1 ke F, beri simbol o.
  7.  Untuk garis H-H1 panjangnya L Hip/4 + 0.5 + 1, dari H1 ke M beri tanda Q.
Gambar pola dasar rok langkah ke-1
Langkah ke-2 :
  1. Dari titik F masuk ke dalam antara 1,5 - 2 cm, beri tanda, lalu dari tanda tarik ke atas 0.7 cm.
  2. Bagi garis AF (setelah dikurangi 1,5 - 2 cm) menjadi 3 bagian.
  3. Beri tanda pada garis AF setelah diukur  LP/4 + 0.5 - 1 (A1), lalu ukur sisanya sampai batas 1(= o)
  4. Untuk kupnat, dari titik pertama mundur 1 cm, buat titik kupnant lebar kupnat  = o, ambil titik tengah lalu tarik garis ke bawah 10 - 11 cm
  5.  Bagi menjadi 3 bagian pada rok yang paling bawah.
  6. Untuk pola depan tarik garis dari titik H=8.5 cm ke arah dalam, beri tanda.
  7. Lebar kupnat = Q, ambil titik tengan, tarik garis kebawah panjang 10-11 cm.
Gambar pola dasar rok langkah ke-2
Langkah ke-3 :
1. Bentuk rok dengan menggunakan garisan lengkung.
2. Bentuk kupnat

Gambar pola dasar rok langkah ke-3
            Setiap orang memiliki ukuran tubuh yang berbeda-beda. Oleh karena itu, untuk membuat baju yang pas dan sesuai penjahit harus mengambil ukuran seseorang terlebih dahulu. Tidak hanya cukup itu saja, melainkan ketepatan dalam penghitungan rumus-rumus yang tertera diatas juga perlu. Sehingga, jika penjahit melakukan langkah demi langkah dengan benar maka hasil jadi jahitannya pun dapat maksimal serta akan pas dan sesuai. Dalam pemakaian pun juga akan terasa nyaman.
Berbeda dengan penjahit yang tidak memperhatikan langkah-langkah dalam menjahit dengan baik, pasti akan terjadi ketidak sesuaian dalam ukuran yang kemudian berdampak pada salah perhitungan rumus jahit, sehingga hasil jahitan tidak sesuai serta tidak nyaman apabila dipakai. Disinilah bentuk peranan matematika dalam bidang menjahit. Jadi, bisa dijadikan acuan  untuk memilih penjahit yang profesional dan tidak mengecewakan.
6.    KESIMPULAN
1.    Matematika sangat dibutuhkan terutama dalam dunia kerja. Salah satunya pada bidang ilmu jahit dengan penggunaaan rumus jahit dalam membuat baju sebagai berikut:
Keterangan Pola Badan Muka:

A – B = 1/6 Lingkar leher + 2 cm
B – C = Panjang Muka
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan + 1cm
A – A1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = turun 4 cm
B – B1 = 5 cm
B1 – B2 = ½ Lebar muka
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang + 1 + 3 cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang + 1 cm
C2 – CC3 = 3 cm
C1 – C4 = naik 1,5 cm
C4 – K = Panjang sisi
C – M = Tinggi dada
M – O = ½ Jarak dada

Keterangan Pola Badan Belakang:
 A – B = 1,5 – 2 cm
B – C = Panjang punggung
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan – 1 cm 
A – A 1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = Turun 3 cm
B – B1 = 10 cm
B1 – B2 = ½ Lebar punggung
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang – 1cm+3cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang
C2 – C3 = 3 cm
C1 – K =Panjang sisi


2.  Pembuatan pola rok juga terdapat rumus jahit sebagai berikut:
Langkah ke-1:
  1.  Tarik garis dari titik A ke B panjang= panjang rok
  2. Tarik garis dari A ke C, panjangnya = 18 cm = Tinggi hip
  3. Tarik garis dari C - D, lalu buat segiempat (lebar= L hip/4+1-1)
  4.  Dari D tarik garis k dan ke bawah 10 cm.beri tanda, dan ukur 1,5 ke arah kanan (E)
  5.  Buat garis miring dari D ke E lalu perpanjang ke atas dan ke bawah
  6. Tarik garis A-A1 panjangnya = L hip/4 + 0.5 - 1, dari A1 ke F, beri simbol o.
  7.  Untuk garis H-H1 panjangnya L Hip/4 + 0.5 + 1, dari H1 ke M beri tanda Q.
Langkah ke-2 :
  1. Dari titik F masuk ke dalam antara 1,5 - 2 cm, beri tanda, lalu dari tanda tarik ke atas 0.7 cm.
  2. Bagi garis AF (setelah dikurangi 1,5 - 2 cm) menjadi 3 bagian.
  3. Beri tanda pada garis AF setelah diukur  LP/4 + 0.5 - 1 (A1), lalu ukur sisanya sampai batas 1(= o)
  4. Untuk kupnat, dari titik pertama mundur 1 cm, buat titik kupnant lebar kupnat  = o, ambil titik tengah lalu tarik garis ke bawah 10 - 11 cm
  5.  Bagi menjadi 3 bagian pada rok yang paling bawah.
  6. Untuk pola depan tarik garis dari titik H=8.5 cm ke arah dalam, beri tanda.
  7. Lebar kupnat = Q, ambil titik tengan, tarik garis kebawah panjang 10-11 cm.
Langkah ke-3 :
1. Bentuk rok dengan menggunakan garisan lengkung.
2. Bentuk kupnat
3.  Ketepatan perhitungan dan pengambilan ukuran  mempengaruhi hasil jadi jahitan.  Sehingga, Disinilah bentuk peranan matematika dalam bidang menjahit. Jadi, bisa dijadikan acuan  untuk memilih penjahit yang profesional dan tidak mengecewakan.
7.    DAFTAR PUSTAKA
[1] Catur F.X. Supatmono. 2009. Matematika Asyik. Jakarta: Grasindo.

[2] Kasuba. 2013. Praktek Membuat Pola Dasar Rok. (Online), (http://menjahitpakaian.9blogspot.com/2013/01/pola-dasar-rok.html) diakses 01 Mei 2014.

[3] Sukria Nanang. 2013. Pola Dasar Baju Wanita. (Online), (http://menjahitpakaian.blogspot.com/2013/01/pola-dasar-baju-wanita.html) diakses  01 Mei 20014.

[4] Sudradjat. 2010. Peranan Matematika Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi. (Online), (http://pustaka.unpad.ac.id/archives/55467/2014) diakses 25 April 2014.

[5] Suryawati, dkk. 2011. Membuat Pola. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

[6] Suryawati, dkk. 2011. Mengganbar Pola. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.


[7] Wijaya Ariyadi. 2012. Pendidikan Matematika Realistik.  Yogyakarta: Graha Ilmu.

0 komentar:

Posting Komentar